Makna Pencarian

Mencari, apa yg kucari
Menemukan jejak samar
Ternyata ku keliru lagi
Tanya lagi, gali lagi

Tersasar, terjebak
Buntu, tak berujung
Pengulangan yg berulang
Tak tahu kapan berhenti

Ku lelah, capek, letih
Menyerah, angkat tangan
Ku berhenti, menunda
Berikan secarik petunjuk

Gelap itu datang
Rembulan mana cahaya malam mu
Lentera jangan redup dulu
Mentari jangan terbenam dulu

Ku berserah diri
Pasrah kepadaMU
KAU selalu membantu
Dengan terang abadiMU

Hingga dapat yg ku mau
Tersembunyi di antara timbunan
Kau yg di sana
Janganlah lupa

RP – 02102015

Mimosa pudica

image

Kumpulan Putri Malu

Putri malu atau Mimosa pudica adalah perdu pendek anggota suku polong-polongan yang mudah dikenal karena daun-daunnya yang dapat secara cepat menutup/”layu” dengan sendirinya saat disentuh. Walaupun sejumlah anggota polong-polongan dapat melakukan hal yang sama, putri malu bereaksi lebih cepat daripada jenis lainnya. Kelayuan ini bersifat sementara karena setelah beberapa menit keadaannya akan pulih seperti semula.

image

Sang Tawon dan Si Putri Malu

Tumbuhan ini memiliki banyak sekali nama lain sesuai sifatnya tersebut, seperti makahiya (Filipina, berarti “malu”), mori vivi (Hindia Barat), nidikumba (Sinhala, berarti “tidur”), mate-loi (Tonga, berarti “pura-pura mati”) . Namanya dalam bahasa Tionghoa berarti “rumput pemalu”. Kata pudica sendiri dalam bahasa Latin berarti “malu” atau “menciut”.
Dalam bahasa Inggris dinamai sensitive plant, sleepy plant dan the touch-me-not.

Disarikan dari Wikipedia

Posted from WordPress for Android

Sejarah Lahirnya Peringatan Hari Ibu di Indonesia

Setiap tanggal 22 Desember, seluruh masyarakat Indonesia merayakan Hari Ibu. Sebuah peringatan terhadap peran seorang perempuan dalam keluarganya, baik itu sebagai istri untuk suaminya, ibu untuk anak-anaknya, maupun untuk lingkungan sosialnya. Tahukah Anda sejarah Hari Ibu sampai ditetapkan sebagai perayaan nasional?

image

Selamat Hari Ibu

Peringatan Hari Ibu diawali dari berkumpulnya para pejuang perempuan dari 12 kota di Jawa dan Sumatra dan mengadakan Konggres Perempuan Indonesia I pada 22-25 Desember 1928 di Yogyakarta. Salah satu hasil dari kongres tersebut salah satunya adalah membentuk Kongres Perempuan yang kini dikenal sebagai Kongres Wanita Indonesia (Kowani). Namun penetapan tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu diputuskan dalam Kongres Perempuan Indonesia III pada tahun 1938. Bahkan, Presiden Soekarno menetapkan tanggal 22 Desember ini sebagai Hari Ibu melalui Dekrit Presiden No. 316 tahun 1959.

Para pejuang perempuan tersebut berkumpul untuk menyatukan pikiran dan semangat untuk berjuang menuju kemerdekaan dan perbaikan nasib kaum perempuan. Para feminis ini menggarap berbagai isu tentang persatuan perempuan Nusantara, pelibatan perempuan dalam perjuangan melawan kemerdekaan, pelibatan perempuan dalam berbagai aspek pembangunan bangsa, perdagangan anak-anak dan kaum perempuan. Tak hanya itu, masalah perbaikan gizi dankesehatan bagi ibu dan balita, pernikahan usia dini bagi perempuan, dan masih banyak lagi, juga dibahas dalam kongres itu. Bedanya dengan jaman sekarang, para pejuang perempuan itu melakukan pemikiran kritis untuk perkembangan perempuan, tanpa mengusung kesetaraan jender.

Penetapan Hari Ibu ini diilhami oleh perjuangan para pahlawan wanita abad ke-19 seperti M. Christina Tiahahu, Cut Nya Dien, Cut Mutiah, R.A. Kartini, Walanda Maramis, Dewi Sartika, Nyai Achmad Dahlan, Rangkayo Rasuna Said dan lain-lain. Selain itu, Hari Ibu juga merupakan saat dimana kita mengenang semangat dan perjuangan para perempuan dalam upaya perbaikan kualitas bangsa ini. 

Kini, Hari Ibu di Indonesia diperingati untuk mengungkapkan rasa sayang dan terima kasih kepada para ibu. Berbagai kegiatan dan hadiah diberikan untuk para perempuan atau para ibu, seperti memberikan kado istimewa, bunga, aneka lomba untuk para ibu, atau ada pula yang membebaskan para ibu dari beban kegiatan domestik sehari-hari. 

Sumber dari: Majalah Ayah Bunda

Selamat Hari Ibu … !!!

Posted from WordPress for Android

pLesEtan

Asal usil “plesetan”

Kenapa senang plesetan?
Karena kalo terpeleset itu sakit

Apa persamaan plesetan dan kerupuk?
Garingnya itu lho

Bedanya plesetan dan kerupuk?
Plesetan ga bikin batuk #ehm

Kok bisa iseng bikin plesetan?
Demen aja ngegondokin yg lagi baca

Awas licin #terpeleset

Hak Cipta, 2013 – RP, Simbah yg kepelet, eh kepleset :p

Posted from WordPress for BlackBerry.

RSS Classic Disco Mix

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

RSS Classic beaT

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.